Berita

Gempar, Jasad Membesuk Menggantung Di Hutan Wisata Kalasan

Tribratanewskediri. Warga di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri mendadak gempar, Senin sore (15/7/2019).

Pasalnya, mereka digemparkan dengan penemuan sesosok jasad berjenis kelamin menggantung dengan kondisi membusuk di pohon cembirit sekitar hutan wisata Kalasan.

Jasad tersebut diketahui bernama Suradi (32) warga Desa Ngasem Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Kapolsek Plosoklaten AKP Sudarsono melalui Kasi Humas Polsek Plosoklaten Bripka Mayanto Fajar mengungkapkan awal mula penemuan jasad yang menggantung di pohon cembirit lokasi hutan wisata kalasan itu.

Mulanya, Minggu (14/7/2019) warga curiga dengan adanya sepeda motor yang sudah tiga hari diparkir di kawasan hutan lindung wisata kalasan itu.

“Kemarin warga melapor menemukan sepeda motor di kawasan wisata hutan kalasan. Menurut keterangan warga sepeda motor itu sudah tiga hari berada dilokasi tersebut, “tutur Bripka Mayanto.

Petugas kemudahan melakukan pengecekan di jok sepeda motor tersebut. Saat isi jok sepeda motor petugas menemukan selembar kertas kartu keluarga yang beralamatkan Desa Ngasem Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

“Kami penasaran dan akan melakukan penyelidikan asal muasal sepeda motor tersebut. Setelah dibuka isi jok kami menemukan selembar kartu keluarga. Setelah itu kami menghubungi keluarga tersebut untuk mengambil motor,” terang Kasi Humas.

Petugas dikejutkan dengan pengakuan keluarga pemilik motor tersebut. Ternyata sepeda motor itu dikendarai oleh Suradi (korban,red) dan tidak pulang kurang lebih tiga hari. Petugas bersama keluarga korban kemudian mencari keberadaan korban dimana posisi sepeda motor itu ditemukan.

“Saat dilokasi kami menemukan korban sudah dalam kondisi menggantung di pohon cembirit. Korban sudah dalam kondisi membusuk,”ungkap Bripka Mayanto.

Petugas bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi jasad korban yang menggantung di ketinggian kurang lebih 6 meter. Sementara itu petugas identifikasi Mapolres Kediri dan dokter setempat melakukan pemeriksaan ditubuh korban.

“Hasilnya kami tidak menemukan adanya bekas luka akibat tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban,” terang Kasi Humas.

Masih kata Bripka Mayanto, pada saat dievakuasi, petugas menemukan sebuah bekas botol sprite dan dua kemasan obat merek bodrex. Diduga, korban sebelum mengakhiri dengan cara gantung diri meminum dua kemasan ditenggak dengan sprite.

“Kami menduga korban meminum obat bodrex dengan sebotol air sprite untuk bunuh diri,” beber Kasi Humas.

Dari hasil keterangan saksi, korban diduga mengalami depresi lantaran putus asa. Korban selama dua bulan tidak bekerja dan sedangkan rumah orang tua korban disita oleh pihak bank.

“Dugaan kami korban depresi karena ada permasalahan ekonomi di kelurga. Karena rumah orang tua korban disita oleh bank karena terjadi utang piutang,” kata Kasi Humas.

Sementara itu, pihak keluarga korban menolak jika korban dilakukan otopsi. Keluarga korban atas kejadian tersebut dianggap musibah. Keluarga korban juga membuat surat pernyataan yang dikemudian hari tidak akan menuntut.

back to top